Sabtu, 16 Agustus 2014

SISTEM INFORMASI NASIONAL


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Secara teknis beberapa kelemahan yang masih dihadapi oleh sebagian organisasi pemerintah daerah ialah :
a.  Belum adanya dokumentasi mengenai bagan arus ringkasan (sum­maryflow chart) yang memperlihatkan aliran/arus data sejak data mentah sampai dengan informasi tercetak. Persoalan ini kelihatannya sederhana, tetapi terkadang bisa menyulitkan pihak manajer dalarn mengawasi arus informasi yang terdapat dalam organisasi yang dipimpinnya.
b. Lemahnya Data Management Systems. Ini terbukti dari belurn ada­nya standar operasi yang baku, munculnya ekses overflow report­ing, redundancy yang tidak efisien dan sebagainya.
c . Prosedur untuk melihat data secara insidental masih terlalu lama. ini barangkali disebabkan karena banyak Kantor PDE yang tidak meng­gunakan sistem database relasional yang lebih efisien sehingga direct access sulit dilakukan.
d . Tata‑ruang perkantoran masih kurang memadai. Ruang untuk kegiatan‑kegiatan ketatausahaan (tulis‑menulis), operasi komputer, atau penyortiran data masih bercampur‑baur sehingga pekerjaan menjadi kurang sistematis.
e . Untuk perawatan mesin atau perangkat keras, organisasi masih menggantungkan diri kepada pihak pemasok dengan sistem kontrak per tahun. Akibatnya kalau ada kerusakan‑kerusakan teknis, sekalipun sangat sederhana, tidak bisa segera diatasi sendiri oleh para pegawai. Kelemahan seperti ini masih umum dihadapi oleh organisasi‑organisasi pemerintah di daerah.

Informasi merupakan komoditi strategis di abad mendatang. Globalisasi informasi memaksa Indonesia untuk memperhitungkan sistem informasi pendidikan dan pembangunannya supaya tetap kompetitif di era globalisasi. Alternatif strategi memungkinkan Indonesia secara swadaya dan swadana masyarakat membangun sistem informasi nasional-nya perlu dipikirkan sejak dini. Hal ini penting untuk lebih meningkatkan local content dan meningkatkan bargaining power Indonesia terhadap luar negeri.

Sistem informasi tertulis yang interaktif (dua arah) umumnya lebih strategis untuk pembangunan masyarakat karena memungkinkan pembentukan sistem umpan balik yang memungkinkan seluruh sistem negara yang stabil dan merata. Untuk menjangkau pelosok tanah air, perlu dipertimbangkan media, teknologi & metoda komunikasi sehingga dapat dibangun secara swadaya & swadana dengan teknologi Indonesia. Hal ini perlu untuk menekan 70-80% ketergantungan peralatan komunikasi import saat ini. Di samping itu, sistem informasi pelosok harus dapat diintegrasikan dengan tulang punggung informasi nasional (national information highway). Pesatnya teknologi informasi berbasis komputer, cepat atau lambat sistem yang dikembangkan harus menggunakan komputer yang terintegrasi dalam jaringan komputer.
  
Sistern Informasi Manajemen Nasional hendaknya mampu me­nyediakan data dan informasi yang menyangkut seluruh aspek kehi­dupan masyarakat Indonesia pada urnumnya. Karena lingkup wilayah Indonesia relatif besar sedangkan aspek‑aspek kehidupan masyarakat yang harus terjangkau oleh sistern informasi itu dernikian luas, penyu­sunan Sistern Informasi Manajemen Nasional di Indonesia memang mengemban tugas yang banyak dan sekaligus berat. Menurut ketentu­an, aspek‑aspek kehidupan nasional yang harus tersaji di dalam Sistem Informasi Manajemen Nasional tercakup dalam konsep ASTAGATRA. Data maupun informasi yang terdapat di dalam konsep ASTAGATRA adalah sebagai berikut :
1.      Kependudukan, misalnya menyangkut pertumbuhan, persebaran dan kualitas maupun struktur umur penduduk.
2.      Sumber daya alam, meliputi jenis‑jenis sumber daya alarn potensial, jumlah, distribusi, dan situasi terakhir di lokasi‑lokasi sumber daya alam tersebut.
  1. Geografis, antara lain menyangkut pernetaan, tata guna tanah, dan potensi lahan‑lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal.
4.      Ideologi dan politik, pada urnumnya terkait dengan data dan informasi tentang kependudukan, karakter penduduk dan kondisi sosial kemasyarakatan.
5.      Ekonomi, menyangkut sektor‑sektor yang potensial dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat seperti sektor industri, keuangan, perdagangan, pariwisata, dan lain­lainnya.
6.      Sosial‑budaya, antara lain meliputi data dan informasi mengenai pendidikan, kebudayaan, dan struktur kemasyarakatan.
7.      Pertahanan dan keamanan.
8.      Situasi internasional atau situasi global yang berpengaruh terhadap proses pernbangunan dan situasi masyarakat di Indonesia.

Selanjutnya segenap aparatur negara, harus mampu mene~emah­kan data dan informasi di atas ke dalam kegiatan administrasi peme­rintahan melalui birokrasi yang efektif dan efisien. Menurut Siagian (1984: 53), data dan informasi di bidang pemerintahan itu dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a) Informasi untuk perencanaan
b) Informasi untuk penimusan kebijakan
c) Informasi untuk penentuan program keda
d) Informasi untuk penentuan proyek
e)  Informasi untuk pemanfaatan teknologi.
sumber : http://odhosuka.blogspot.com/2013/02/sistem-informasi-manajemen-nasional.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar