SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
Secara teknis
beberapa kelemahan yang masih dihadapi oleh sebagian organisasi pemerintah
daerah ialah :
a. Belum adanya
dokumentasi mengenai bagan arus ringkasan (summaryflow chart) yang
memperlihatkan aliran/arus data sejak data mentah sampai dengan informasi
tercetak. Persoalan ini kelihatannya sederhana, tetapi terkadang bisa
menyulitkan pihak manajer dalarn mengawasi arus informasi yang terdapat dalam
organisasi yang dipimpinnya.
b. Lemahnya Data
Management Systems. Ini terbukti dari belurn adanya standar operasi yang
baku, munculnya ekses overflow reporting, redundancy yang tidak efisien
dan sebagainya.
c . Prosedur untuk
melihat data secara insidental masih terlalu lama. ini barangkali disebabkan
karena banyak Kantor PDE yang tidak menggunakan sistem database relasional
yang lebih efisien sehingga direct access sulit dilakukan.
d . Tata‑ruang
perkantoran masih kurang memadai. Ruang untuk kegiatan‑kegiatan ketatausahaan
(tulis‑menulis), operasi komputer, atau penyortiran data masih bercampur‑baur
sehingga pekerjaan menjadi kurang sistematis.
e . Untuk perawatan
mesin atau perangkat keras, organisasi masih menggantungkan diri kepada pihak
pemasok dengan sistem kontrak per tahun. Akibatnya kalau ada kerusakan‑kerusakan
teknis, sekalipun sangat sederhana, tidak bisa segera diatasi sendiri oleh para
pegawai. Kelemahan seperti ini masih umum dihadapi oleh organisasi‑organisasi
pemerintah di daerah.
Informasi merupakan komoditi strategis di abad mendatang.
Globalisasi informasi memaksa Indonesia untuk memperhitungkan sistem informasi
pendidikan dan pembangunannya supaya tetap kompetitif di era globalisasi.
Alternatif strategi memungkinkan Indonesia secara swadaya dan swadana
masyarakat membangun sistem informasi nasional-nya perlu dipikirkan sejak dini.
Hal ini penting untuk lebih meningkatkan local content dan meningkatkan
bargaining power Indonesia terhadap luar negeri.
Sistem informasi tertulis yang interaktif (dua arah) umumnya lebih strategis
untuk pembangunan masyarakat karena memungkinkan pembentukan sistem umpan balik
yang memungkinkan seluruh sistem negara yang stabil dan merata. Untuk
menjangkau pelosok tanah air, perlu dipertimbangkan media, teknologi &
metoda komunikasi sehingga dapat dibangun secara swadaya & swadana dengan
teknologi Indonesia. Hal ini perlu untuk menekan 70-80% ketergantungan
peralatan komunikasi import saat ini. Di samping itu, sistem informasi pelosok
harus dapat diintegrasikan dengan tulang punggung informasi nasional (national
information highway). Pesatnya teknologi informasi berbasis komputer, cepat
atau lambat sistem yang dikembangkan harus menggunakan komputer yang
terintegrasi dalam jaringan komputer.
Sistern
Informasi Manajemen Nasional hendaknya mampu menyediakan data dan informasi
yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia pada urnumnya.
Karena lingkup wilayah Indonesia relatif besar sedangkan aspek‑aspek kehidupan
masyarakat yang harus terjangkau oleh sistern informasi itu dernikian luas,
penyusunan Sistern Informasi Manajemen Nasional di Indonesia memang mengemban
tugas yang banyak dan sekaligus berat. Menurut ketentuan, aspek‑aspek
kehidupan nasional yang harus tersaji di dalam Sistem Informasi Manajemen
Nasional tercakup dalam konsep ASTAGATRA. Data maupun informasi yang terdapat
di dalam konsep ASTAGATRA adalah sebagai berikut :
1. Kependudukan,
misalnya menyangkut pertumbuhan, persebaran dan kualitas maupun struktur umur
penduduk.
2. Sumber
daya alam, meliputi jenis‑jenis sumber daya alarn potensial, jumlah,
distribusi, dan situasi terakhir di lokasi‑lokasi sumber daya alam tersebut.
- Geografis, antara lain menyangkut pernetaan, tata guna tanah, dan potensi lahan‑lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal.
4. Ideologi
dan politik, pada urnumnya terkait dengan data dan informasi tentang kependudukan,
karakter penduduk dan kondisi sosial kemasyarakatan.
5. Ekonomi,
menyangkut sektor‑sektor yang potensial dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf
hidup dan kesejahteraan masyarakat seperti sektor industri, keuangan,
perdagangan, pariwisata, dan lainlainnya.
6.
Sosial‑budaya, antara lain meliputi data
dan informasi mengenai pendidikan, kebudayaan, dan struktur kemasyarakatan.
7. Pertahanan
dan keamanan.
8. Situasi
internasional atau situasi global yang berpengaruh terhadap proses pernbangunan
dan situasi masyarakat di Indonesia.
Selanjutnya
segenap aparatur negara, harus mampu mene~emahkan data dan informasi di atas
ke dalam kegiatan administrasi pemerintahan melalui birokrasi yang efektif dan
efisien. Menurut Siagian (1984: 53), data dan informasi di bidang pemerintahan
itu dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a) Informasi
untuk perencanaan
b) Informasi
untuk penimusan kebijakan
c) Informasi untuk
penentuan program keda
d) Informasi
untuk penentuan proyek
e) Informasi untuk pemanfaatan teknologi.
sumber : http://odhosuka.blogspot.com/2013/02/sistem-informasi-manajemen-nasional.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar