Sabtu, 30 Agustus 2014

Cetak Biru Perencanaan TIK Indonesia (Blue Print ICT Indonesia

Cetak Biru atau Blue Print adalah kerangka kerja terperinci (arsitektur) sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan serta langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja.

ICT (Information and Communication Technologies) atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Jadi, Cetak Biru TIK adalah kerangka kerja terperinci yang menjadi landasan dalam pembuatan kebijakan demi mencapai ICT yang lebih baik di Indonesia.

 

sumber : http://black9innocent.wordpress.com/2012/08/10/cetak-biru-perencanaan-tik-indonesia-blue-print-ict-indonesia/

Perkiraan Perkembangan IT Di Masa Depan

Berbicara tentang IT (Information Technology) atau yang biasa kita kenal dengan Teknologi Informasi, ada baiknya kita perlu tahu terlebih dahulu pengertian tentang IT itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan IT itu sebenarnya? Apakah IT itu harus selalu identik dengan komputer?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering terlontar ketika kita berbicara tentang IT. Ada berbagai definisi tentang IT yang bisa kita temukan di luar sana dan beberapa di antaranya ialah:

"Haag den Keen (1996), Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi."

"Martin (1999), Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
"

"Williams dan Swayer (2003), Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video."

Maka, dari beberapa pengertian diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa IT tidak selalu terkait dengan komputer, teknologi komunikasi pun termasuk dalamnya atau dengan kata lain kita dapat menyebutkan bahwa teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.

Kembali ke topik utama kita tentang perkiraan perkembangan It yang akan terjadi di masa depan. Saya tidak akan berpikir terlalu jauh kedepan menanggapi topik ini, saya hanya akan membahas kira-kira akan seperti apa perkembangan dunia IT nantinya dengan berdasarkan pada isu-isu seputar dunia teknologi akhir-akhir ini.


  • Wireless
Ya, saya memperkirakan bahwa nantinya semua perangkat IT akan mengadaptasi teknologi ini. teknologi wireless semakin berkembang akhir-akhir ini. penggunaan kabel-kabel yang di anggap "mempersulit" akan semakin tereliminasi dengan adanya teknologi wireless. Salah satu teknologi wireless yang populer di masa ini ialah WiMAX yang "dianggap" sebagai penerus dari teknologi wireless sebelumnya, yaitu WiFi.

  • Global Warming
Isu global warming yang semakin marak belakangan ini juga mempengaruhi dunia IT sekarang ini. hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya vendor-vendor dan perusahaan-perusahaan IT yang mengadopsi Green Computing. Produsen perangkat elektronik pun berlomba-lomba untuk menghasilkan perangkat-perangkat IT yang ramah terhadap lingkungan. Hal ini bisa saya lihat ketika saya menghadiri suatu event Teknologi Informasi dimana banyak produsen-produsen IT Solution yang mengkampanyekan Go Green yang di adaptasikan pada perangkat-perangkat teknologi yang di gunakan/hasilkannya. Dengan ini saya bisa memperkirakan, ketika isu Global Warming in imakin marak, maka pernagkat-perangkat elektronik yang akan di produksi masa datang akan semakin ramah lingkungan dengan performance yang semakin baik.

  • Downsizing
Isu ini juga menarik untuk kita lihat. Jika kita perhatikan salah satu contoh teknologi yang mengalami downsizing ialah pada perangkat TV. Hal ini bisa dibuktikan dari bentuk TV yang sekarang sudah "semakin tipis". Terbatasnya ruangan ini memicu perkembangan IT untuk menciptakan perangkat dan teknologi yang berukuran "kecil" tapi tidak mengurangi performa bahkan bisa melebihi performa dari perangkat atau teknologi yang berukuran "besar". Dengan adanya isu ini, saya memperkirakan nantinya teknologi serta perangkat-perangkat IT yang akan kita gunakan nantinya akan semakin berukuran "kecil" dengan kemampuan yang semakin "besar" tentunya.

  • Networking - Kebutuhan Bandwith yang semakin besar
Dengan semakin berkembangnnya teknologi sekarang ini, kita bisa melihat bahwa kebutuhan bandwith dari setiap pengguna teknologi informasi semakin meningkat. Sifat manusia yang tidak pernah puas akan apa yang telah di perolehnya membuat para pengembang teknologi pun semakin berpikir keras untuk memuaskan para pelanggannya. Kita bisa lihat bahwa semakin banyak perusahaan maupun individu-individu pengguna teknologi informasi yang memerlukan data transfer yang reliabel. Hal ini dibuktikan dengan adanya teknologi fiber optic yang menggantikan koneksi jaringan dengan teknologi coaxial yang memiliki rate data transfer yang lambat. Nantinya, di masa depan teknologi ini pun bisa tergantikan dengan teknologi yang lebih baik lagi.

http://aloenkomnit.blogspot.com/p/perkiraan-perkembangan-it-di-masa-depan.html

Sabtu, 16 Agustus 2014

FRAUD IT

Fraud adalah sebuah istilah dalam bidang IT yang artinya sebuah perbuatan kecurangan yang melanggar hukum (illegal-acts) yang dilakukan secara sengaja dan sifatnya dapat merugikan pihak lain. Istilah keseharian adalah kecurangan di beri nama yang berlainan seperti pencurian, penyerobotan, pemerasan, penjiplakan, pengelapan dan lain - lain.

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Country Coordinator GIPI-Indodesia. Mendifinisikan beberapa hal yang menyangkut penipuan melalui internet ini : 
  • Pertama, Penipuan terhadap institusi keuangan termasuk dalam kategori ini antara lain penipuan dengan modus menggunakan alat pembayaran, seperti kartu kredit / kartu debit.Dengan cara berbelanja melalui internet penipuan terhadap intitusi keuangan biasanya diawali dengan pencurian identitas atau informasi tentang seseorang seperti nomor kartu kredit, tanggal lahir, nomor KTP,PIN,Password dan lain-lain.
  • Kedua, Penipuan menggunakan kedok permainan (Gaming Fraud), termasuk dalam kategoru ini tebakan pacuan kuda secara online, judi internet, tebakan hasil pertandingan olah raga.
  •  Ketiga, Penipuan dengan kedok penawaran transaksi bisnis, penipuan kategori ini dapat dilakukan oleh dua belah pihak pengusaha dan individu. Umumnya dalam bentuk penawaran Investasi atau jual beli barang/jasa
  • Keempat, Penipuan terhadap instansi pemerintah, termasuk dalam kategori ini adalah penipuan pajak, penipuan dalam proses e-procurement dan layanan e-goverment, baik yang dilakukan oleh anggita masyarakat kepeda pemerintah maupun oleh aparat birokrasi kepada rakyat.
 sumber : http://tugaseptik-kami.blogspot.com/2012/11/apa-itu-fraud.html


Kementerian Kominfo (dalam hal ini melalui Ditjen Aplikasi Informatika) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi PP No 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) di suatu hotel Jakarta Selatan pada tanggal 26 November 2012. Acara tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan, antara lain sejumlah pejabat dari berbagai instansi pemerintahan dan swasta pusat maupun daerah, asosiasi IT, industri perbankan, penyelenggara telekomunikasi, dan juga pemerintah daerah. Dirjen Aplikasi Informatika Dr Ashwin Sasongko dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa PP PSTE adalah tonggak kedua bagi Kementerian Kominfo dalam pengaturan mengenai cyber space. Tonggak pertamanya adalah UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang diundangkan pada 21 April 2008

sumber : (http://kominfo.go.id/index.php/siaran_pers/detail/3145/node/3345)

CONTOH KECIL CYBER FRAUD DALAM IT

Fraudster secara sengaja melakukan kecurangan-kecurangan untuk mendapatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh penyedia jasa telekomunikasi. Mereka melakukan dengan memanfaatkan kelemahan teknis sistem atau perangkat telekomunikasi itu sendiri, kelemahan manajemen atau pengelola telekomunikasi
Sayangnya, problem dan penyebabnya belum banyak diketahui oleh pihak pengelola maupun pengguna, kecuali mereka (yang menjadi korban fraud) harus menerima tanggungan rekening telepon yang besar. 
Contoh kasus yang paling banyak terjadi disekitar kita adalah pencurian pulsa dengan cara memparalel pair kabel telepon (cip on fraud).
Ini merupakan penyelesaian alternatif dari beberapa konsep penyelesaian terhadap kasus pencurian pulsa lewat paralel kabel telepon (subscribe) yang pernah ada. Dengan menggunakan asumsi-asumsi teori dan empiris, dibangun beberapa asumsi cara/proses penggagalan terhadap kasus clip on fraud.
Disinilah, kemudian didesain sebuah sistem proteksi jaringan line telepon terhadap clip on fraud dengan menggunakan pembacaan taraf-taraf tegangan. Dengan diuji dan dianalisis secara teoritis sekaligus dibantu software CM2000 diharapkan desain yang dibangun memiliki perfoma yang baik dan aplikatif.

sumber : http://kelompok4fraud.blogspot.com/

Pandangan perkembangan IT 

Dunia It yang akan mendatang sangat berpeluang untuk segala hal, yakni tidak hanya untuk bidang teknologi tapi segala bidang yakni keuangan, olahraga dan lain lain. Bidang IT yang dikembangkan bisa menimimalisirkan segala resiko atau pun lonjakan biaya yang dikeluarkan.


 

SISTEM INFORMASI NASIONAL


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Secara teknis beberapa kelemahan yang masih dihadapi oleh sebagian organisasi pemerintah daerah ialah :
a.  Belum adanya dokumentasi mengenai bagan arus ringkasan (sum­maryflow chart) yang memperlihatkan aliran/arus data sejak data mentah sampai dengan informasi tercetak. Persoalan ini kelihatannya sederhana, tetapi terkadang bisa menyulitkan pihak manajer dalarn mengawasi arus informasi yang terdapat dalam organisasi yang dipimpinnya.
b. Lemahnya Data Management Systems. Ini terbukti dari belurn ada­nya standar operasi yang baku, munculnya ekses overflow report­ing, redundancy yang tidak efisien dan sebagainya.
c . Prosedur untuk melihat data secara insidental masih terlalu lama. ini barangkali disebabkan karena banyak Kantor PDE yang tidak meng­gunakan sistem database relasional yang lebih efisien sehingga direct access sulit dilakukan.
d . Tata‑ruang perkantoran masih kurang memadai. Ruang untuk kegiatan‑kegiatan ketatausahaan (tulis‑menulis), operasi komputer, atau penyortiran data masih bercampur‑baur sehingga pekerjaan menjadi kurang sistematis.
e . Untuk perawatan mesin atau perangkat keras, organisasi masih menggantungkan diri kepada pihak pemasok dengan sistem kontrak per tahun. Akibatnya kalau ada kerusakan‑kerusakan teknis, sekalipun sangat sederhana, tidak bisa segera diatasi sendiri oleh para pegawai. Kelemahan seperti ini masih umum dihadapi oleh organisasi‑organisasi pemerintah di daerah.

Informasi merupakan komoditi strategis di abad mendatang. Globalisasi informasi memaksa Indonesia untuk memperhitungkan sistem informasi pendidikan dan pembangunannya supaya tetap kompetitif di era globalisasi. Alternatif strategi memungkinkan Indonesia secara swadaya dan swadana masyarakat membangun sistem informasi nasional-nya perlu dipikirkan sejak dini. Hal ini penting untuk lebih meningkatkan local content dan meningkatkan bargaining power Indonesia terhadap luar negeri.

Sistem informasi tertulis yang interaktif (dua arah) umumnya lebih strategis untuk pembangunan masyarakat karena memungkinkan pembentukan sistem umpan balik yang memungkinkan seluruh sistem negara yang stabil dan merata. Untuk menjangkau pelosok tanah air, perlu dipertimbangkan media, teknologi & metoda komunikasi sehingga dapat dibangun secara swadaya & swadana dengan teknologi Indonesia. Hal ini perlu untuk menekan 70-80% ketergantungan peralatan komunikasi import saat ini. Di samping itu, sistem informasi pelosok harus dapat diintegrasikan dengan tulang punggung informasi nasional (national information highway). Pesatnya teknologi informasi berbasis komputer, cepat atau lambat sistem yang dikembangkan harus menggunakan komputer yang terintegrasi dalam jaringan komputer.
  
Sistern Informasi Manajemen Nasional hendaknya mampu me­nyediakan data dan informasi yang menyangkut seluruh aspek kehi­dupan masyarakat Indonesia pada urnumnya. Karena lingkup wilayah Indonesia relatif besar sedangkan aspek‑aspek kehidupan masyarakat yang harus terjangkau oleh sistern informasi itu dernikian luas, penyu­sunan Sistern Informasi Manajemen Nasional di Indonesia memang mengemban tugas yang banyak dan sekaligus berat. Menurut ketentu­an, aspek‑aspek kehidupan nasional yang harus tersaji di dalam Sistem Informasi Manajemen Nasional tercakup dalam konsep ASTAGATRA. Data maupun informasi yang terdapat di dalam konsep ASTAGATRA adalah sebagai berikut :
1.      Kependudukan, misalnya menyangkut pertumbuhan, persebaran dan kualitas maupun struktur umur penduduk.
2.      Sumber daya alam, meliputi jenis‑jenis sumber daya alarn potensial, jumlah, distribusi, dan situasi terakhir di lokasi‑lokasi sumber daya alam tersebut.
  1. Geografis, antara lain menyangkut pernetaan, tata guna tanah, dan potensi lahan‑lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal.
4.      Ideologi dan politik, pada urnumnya terkait dengan data dan informasi tentang kependudukan, karakter penduduk dan kondisi sosial kemasyarakatan.
5.      Ekonomi, menyangkut sektor‑sektor yang potensial dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat seperti sektor industri, keuangan, perdagangan, pariwisata, dan lain­lainnya.
6.      Sosial‑budaya, antara lain meliputi data dan informasi mengenai pendidikan, kebudayaan, dan struktur kemasyarakatan.
7.      Pertahanan dan keamanan.
8.      Situasi internasional atau situasi global yang berpengaruh terhadap proses pernbangunan dan situasi masyarakat di Indonesia.

Selanjutnya segenap aparatur negara, harus mampu mene~emah­kan data dan informasi di atas ke dalam kegiatan administrasi peme­rintahan melalui birokrasi yang efektif dan efisien. Menurut Siagian (1984: 53), data dan informasi di bidang pemerintahan itu dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a) Informasi untuk perencanaan
b) Informasi untuk penimusan kebijakan
c) Informasi untuk penentuan program keda
d) Informasi untuk penentuan proyek
e)  Informasi untuk pemanfaatan teknologi.
sumber : http://odhosuka.blogspot.com/2013/02/sistem-informasi-manajemen-nasional.html