it-society
Sabtu, 30 Agustus 2014
Perkiraan Perkembangan IT Di Masa Depan
Berbicara tentang IT (Information Technology) atau
yang biasa kita kenal dengan Teknologi Informasi, ada baiknya kita
perlu tahu terlebih dahulu pengertian tentang IT itu sendiri. Apa yang
dimaksud dengan IT itu sebenarnya? Apakah IT itu harus selalu identik
dengan komputer?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering terlontar
ketika kita berbicara tentang IT. Ada berbagai definisi tentang IT
yang bisa kita temukan di luar sana dan beberapa di antaranya ialah:
"Haag den Keen (1996),
Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja
dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan
pemrosesan informasi."
"Martin (1999), Teknologi
Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras
atau lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi,
melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan
informasi.
"
"Williams dan Swayer (2003),
Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi
(komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa
data, suara dan video."
Maka, dari beberapa pengertian
diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa IT tidak selalu terkait dengan
komputer, teknologi komunikasi pun termasuk dalamnya atau dengan kata
lain kita dapat menyebutkan bahwa teknologi informasi merupakan
gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
Kembali ke topik utama kita
tentang perkiraan perkembangan It yang akan terjadi di masa depan. Saya
tidak akan berpikir terlalu jauh kedepan menanggapi topik ini, saya
hanya akan membahas kira-kira akan seperti apa perkembangan dunia IT
nantinya dengan berdasarkan pada isu-isu seputar dunia teknologi
akhir-akhir ini.
- Wireless
Ya, saya memperkirakan bahwa
nantinya semua perangkat IT akan mengadaptasi teknologi ini. teknologi
wireless semakin berkembang akhir-akhir ini. penggunaan kabel-kabel
yang di anggap "mempersulit" akan semakin tereliminasi dengan adanya
teknologi wireless. Salah satu teknologi wireless yang populer di masa
ini ialah WiMAX yang "dianggap" sebagai penerus dari teknologi
wireless sebelumnya, yaitu WiFi.
- Global Warming
Isu global warming yang semakin
marak belakangan ini juga mempengaruhi dunia IT sekarang ini. hal ini
dibuktikan dengan semakin banyaknya vendor-vendor dan
perusahaan-perusahaan IT yang mengadopsi Green Computing. Produsen
perangkat elektronik pun berlomba-lomba untuk menghasilkan
perangkat-perangkat IT yang ramah terhadap lingkungan. Hal ini bisa
saya lihat ketika saya menghadiri suatu event Teknologi Informasi
dimana banyak produsen-produsen IT Solution yang mengkampanyekan Go Green
yang di adaptasikan pada perangkat-perangkat teknologi yang di
gunakan/hasilkannya. Dengan ini saya bisa memperkirakan, ketika isu
Global Warming in imakin marak, maka pernagkat-perangkat elektronik yang
akan di produksi masa datang akan semakin ramah lingkungan dengan performance yang semakin baik.
- Downsizing
Isu ini juga menarik untuk kita
lihat. Jika kita perhatikan salah satu contoh teknologi yang mengalami
downsizing ialah pada perangkat TV. Hal ini bisa dibuktikan dari
bentuk TV yang sekarang sudah "semakin tipis". Terbatasnya ruangan ini
memicu perkembangan IT untuk menciptakan perangkat dan teknologi yang
berukuran "kecil" tapi tidak mengurangi performa bahkan bisa melebihi
performa dari perangkat atau teknologi yang berukuran "besar". Dengan
adanya isu ini, saya memperkirakan nantinya teknologi serta
perangkat-perangkat IT yang akan kita gunakan nantinya akan semakin
berukuran "kecil" dengan kemampuan yang semakin "besar" tentunya.
- Networking - Kebutuhan Bandwith yang semakin besar
Dengan semakin berkembangnnya
teknologi sekarang ini, kita bisa melihat bahwa kebutuhan bandwith dari
setiap pengguna teknologi informasi semakin meningkat. Sifat manusia
yang tidak pernah puas akan apa yang telah di perolehnya membuat para
pengembang teknologi pun semakin berpikir keras untuk memuaskan para
pelanggannya. Kita bisa lihat bahwa semakin banyak perusahaan maupun
individu-individu pengguna teknologi informasi yang memerlukan data
transfer yang reliabel. Hal ini dibuktikan dengan adanya teknologi fiber optic yang
menggantikan koneksi jaringan dengan teknologi coaxial yang memiliki
rate data transfer yang lambat. Nantinya, di masa depan teknologi ini
pun bisa tergantikan dengan teknologi yang lebih baik lagi.
http://aloenkomnit.blogspot.com/p/perkiraan-perkembangan-it-di-masa-depan.html
http://aloenkomnit.blogspot.com/p/perkiraan-perkembangan-it-di-masa-depan.html
Sabtu, 16 Agustus 2014
FRAUD IT
Fraud adalah
sebuah istilah dalam bidang IT yang artinya sebuah perbuatan kecurangan yang
melanggar hukum (illegal-acts) yang dilakukan secara sengaja dan sifatnya dapat
merugikan pihak lain. Istilah keseharian adalah kecurangan di beri nama yang
berlainan seperti pencurian, penyerobotan, pemerasan, penjiplakan, pengelapan
dan lain - lain.
Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Country Coordinator GIPI-Indodesia.
Mendifinisikan beberapa hal yang menyangkut penipuan melalui internet ini :
- Pertama, Penipuan terhadap institusi keuangan termasuk dalam kategori ini antara lain penipuan dengan modus menggunakan alat pembayaran, seperti kartu kredit / kartu debit.Dengan cara berbelanja melalui internet penipuan terhadap intitusi keuangan biasanya diawali dengan pencurian identitas atau informasi tentang seseorang seperti nomor kartu kredit, tanggal lahir, nomor KTP,PIN,Password dan lain-lain.
- Kedua, Penipuan menggunakan kedok permainan (Gaming Fraud), termasuk dalam kategoru ini tebakan pacuan kuda secara online, judi internet, tebakan hasil pertandingan olah raga.
- Ketiga, Penipuan dengan kedok penawaran transaksi bisnis, penipuan kategori ini dapat dilakukan oleh dua belah pihak pengusaha dan individu. Umumnya dalam bentuk penawaran Investasi atau jual beli barang/jasa
- Keempat, Penipuan terhadap instansi pemerintah, termasuk dalam kategori ini adalah penipuan pajak, penipuan dalam proses e-procurement dan layanan e-goverment, baik yang dilakukan oleh anggita masyarakat kepeda pemerintah maupun oleh aparat birokrasi kepada rakyat.
sumber : http://tugaseptik-kami.blogspot.com/2012/11/apa-itu-fraud.html
Kementerian Kominfo (dalam hal ini melalui Ditjen Aplikasi Informatika) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi PP No 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) di suatu hotel Jakarta Selatan pada tanggal 26 November 2012. Acara tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan, antara lain sejumlah pejabat dari berbagai instansi pemerintahan dan swasta pusat maupun daerah, asosiasi IT, industri perbankan, penyelenggara telekomunikasi, dan juga pemerintah daerah. Dirjen Aplikasi Informatika Dr Ashwin Sasongko dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa PP PSTE adalah tonggak kedua bagi Kementerian Kominfo dalam pengaturan mengenai cyber space. Tonggak pertamanya adalah UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang diundangkan pada 21 April 2008
sumber : (http://kominfo.go.id/index.php/siaran_pers/detail/3145/node/3345)
CONTOH KECIL CYBER FRAUD DALAM IT
Fraudster
secara sengaja melakukan kecurangan-kecurangan untuk mendapatkan
berbagai fasilitas yang disediakan oleh penyedia jasa telekomunikasi.
Mereka melakukan dengan memanfaatkan kelemahan teknis sistem atau
perangkat telekomunikasi itu sendiri, kelemahan manajemen atau pengelola
telekomunikasi
Sayangnya,
problem dan penyebabnya belum banyak diketahui oleh pihak pengelola
maupun pengguna, kecuali mereka (yang menjadi korban fraud) harus
menerima tanggungan rekening telepon yang besar.
Contoh kasus yang paling banyak terjadi disekitar kita adalah pencurian pulsa dengan cara memparalel pair kabel telepon (cip on fraud).
Ini
merupakan penyelesaian alternatif dari beberapa konsep penyelesaian
terhadap kasus pencurian pulsa lewat paralel kabel telepon (subscribe)
yang pernah ada. Dengan menggunakan asumsi-asumsi teori dan empiris,
dibangun beberapa asumsi cara/proses penggagalan terhadap kasus clip on
fraud.
Disinilah,
kemudian didesain sebuah sistem proteksi jaringan line telepon terhadap
clip on fraud dengan menggunakan pembacaan taraf-taraf tegangan. Dengan
diuji dan dianalisis secara teoritis sekaligus dibantu software CM2000
diharapkan desain yang dibangun memiliki perfoma yang baik dan
aplikatif.
Pandangan perkembangan IT
Dunia It yang akan mendatang sangat berpeluang untuk segala hal, yakni tidak hanya untuk bidang teknologi tapi segala bidang yakni keuangan, olahraga dan lain lain. Bidang IT yang dikembangkan bisa menimimalisirkan segala resiko atau pun lonjakan biaya yang dikeluarkan.
SISTEM INFORMASI NASIONAL
SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
Secara teknis
beberapa kelemahan yang masih dihadapi oleh sebagian organisasi pemerintah
daerah ialah :
a. Belum adanya
dokumentasi mengenai bagan arus ringkasan (summaryflow chart) yang
memperlihatkan aliran/arus data sejak data mentah sampai dengan informasi
tercetak. Persoalan ini kelihatannya sederhana, tetapi terkadang bisa
menyulitkan pihak manajer dalarn mengawasi arus informasi yang terdapat dalam
organisasi yang dipimpinnya.
b. Lemahnya Data
Management Systems. Ini terbukti dari belurn adanya standar operasi yang
baku, munculnya ekses overflow reporting, redundancy yang tidak efisien
dan sebagainya.
c . Prosedur untuk
melihat data secara insidental masih terlalu lama. ini barangkali disebabkan
karena banyak Kantor PDE yang tidak menggunakan sistem database relasional
yang lebih efisien sehingga direct access sulit dilakukan.
d . Tata‑ruang
perkantoran masih kurang memadai. Ruang untuk kegiatan‑kegiatan ketatausahaan
(tulis‑menulis), operasi komputer, atau penyortiran data masih bercampur‑baur
sehingga pekerjaan menjadi kurang sistematis.
e . Untuk perawatan
mesin atau perangkat keras, organisasi masih menggantungkan diri kepada pihak
pemasok dengan sistem kontrak per tahun. Akibatnya kalau ada kerusakan‑kerusakan
teknis, sekalipun sangat sederhana, tidak bisa segera diatasi sendiri oleh para
pegawai. Kelemahan seperti ini masih umum dihadapi oleh organisasi‑organisasi
pemerintah di daerah.
Informasi merupakan komoditi strategis di abad mendatang.
Globalisasi informasi memaksa Indonesia untuk memperhitungkan sistem informasi
pendidikan dan pembangunannya supaya tetap kompetitif di era globalisasi.
Alternatif strategi memungkinkan Indonesia secara swadaya dan swadana
masyarakat membangun sistem informasi nasional-nya perlu dipikirkan sejak dini.
Hal ini penting untuk lebih meningkatkan local content dan meningkatkan
bargaining power Indonesia terhadap luar negeri.
Sistem informasi tertulis yang interaktif (dua arah) umumnya lebih strategis
untuk pembangunan masyarakat karena memungkinkan pembentukan sistem umpan balik
yang memungkinkan seluruh sistem negara yang stabil dan merata. Untuk
menjangkau pelosok tanah air, perlu dipertimbangkan media, teknologi &
metoda komunikasi sehingga dapat dibangun secara swadaya & swadana dengan
teknologi Indonesia. Hal ini perlu untuk menekan 70-80% ketergantungan
peralatan komunikasi import saat ini. Di samping itu, sistem informasi pelosok
harus dapat diintegrasikan dengan tulang punggung informasi nasional (national
information highway). Pesatnya teknologi informasi berbasis komputer, cepat
atau lambat sistem yang dikembangkan harus menggunakan komputer yang
terintegrasi dalam jaringan komputer.
Sistern
Informasi Manajemen Nasional hendaknya mampu menyediakan data dan informasi
yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia pada urnumnya.
Karena lingkup wilayah Indonesia relatif besar sedangkan aspek‑aspek kehidupan
masyarakat yang harus terjangkau oleh sistern informasi itu dernikian luas,
penyusunan Sistern Informasi Manajemen Nasional di Indonesia memang mengemban
tugas yang banyak dan sekaligus berat. Menurut ketentuan, aspek‑aspek
kehidupan nasional yang harus tersaji di dalam Sistem Informasi Manajemen
Nasional tercakup dalam konsep ASTAGATRA. Data maupun informasi yang terdapat
di dalam konsep ASTAGATRA adalah sebagai berikut :
1. Kependudukan,
misalnya menyangkut pertumbuhan, persebaran dan kualitas maupun struktur umur
penduduk.
2. Sumber
daya alam, meliputi jenis‑jenis sumber daya alarn potensial, jumlah,
distribusi, dan situasi terakhir di lokasi‑lokasi sumber daya alam tersebut.
- Geografis, antara lain menyangkut pernetaan, tata guna tanah, dan potensi lahan‑lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal.
4. Ideologi
dan politik, pada urnumnya terkait dengan data dan informasi tentang kependudukan,
karakter penduduk dan kondisi sosial kemasyarakatan.
5. Ekonomi,
menyangkut sektor‑sektor yang potensial dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf
hidup dan kesejahteraan masyarakat seperti sektor industri, keuangan,
perdagangan, pariwisata, dan lainlainnya.
6.
Sosial‑budaya, antara lain meliputi data
dan informasi mengenai pendidikan, kebudayaan, dan struktur kemasyarakatan.
7. Pertahanan
dan keamanan.
8. Situasi
internasional atau situasi global yang berpengaruh terhadap proses pernbangunan
dan situasi masyarakat di Indonesia.
Selanjutnya
segenap aparatur negara, harus mampu mene~emahkan data dan informasi di atas
ke dalam kegiatan administrasi pemerintahan melalui birokrasi yang efektif dan
efisien. Menurut Siagian (1984: 53), data dan informasi di bidang pemerintahan
itu dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a) Informasi
untuk perencanaan
b) Informasi
untuk penimusan kebijakan
c) Informasi untuk
penentuan program keda
d) Informasi
untuk penentuan proyek
e) Informasi untuk pemanfaatan teknologi.
sumber : http://odhosuka.blogspot.com/2013/02/sistem-informasi-manajemen-nasional.html
Langganan:
Postingan (Atom)